banner 468x60

Hoaks 7 Kontainer Berisi Surat Suara, Andi Arief Ingin Selamatkan Pemilu

 politik
banner 468x60

Cuitan Wasekjen Demokrat Andi Arief di Twitter kembali bikin heboh. Kini, Andi terancam di polisikan oleh kubu Capres Joko Widodo ( Jokowi) yg merasa dirugikan oleh cuitan mantan Stafsus Presiden keenam SBY itu.

Namun, Andi tidak khawatir dengan ancaman laporan ke polisi. Dia menegaskan, terkait keterangan ada 7 kontainer berisi surat suara yg telah tercoblos bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf itu agar meminta pengawas pemilu turun tangan.

“Hasto Sekjen PDIP buta huruf. Suruh baca tuit aku dengan jelas. Saya mengimbau supaya dicek. Karena isu itu telah dari sore muncul. Bahkan Ketua KPU sendiri mengakui dia mendapat kabar dari sore. KPU bergerak setelah imbauan saya,” kata Andi ketika dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (3/1).

Andi pun mempersilakan pihak yg merasa dirugikan dengan cuitannya tersebut. Dia menyerahkan proses hukum kepada polisi yg mestinya netral menangani masalah ini.

“Silakan saja kalau aku mau dilaporkan, tinggal aparat hukum mau berpihak pada Hasto Sekjen PDIP yg buta huruf membaca tuit saya, atau berfihak pada aku yg ingin menyelamatkan pemilu supaya jurdil,” jelas Andi.

Dia menegaskan, keterangan tentang 7 kontainer berisi surat suara tercoblos itu ramai dibahas digrup WhatsApp. Oleh sebab itu, dia ingin agar KPU atau Bawaslu mengecek keterangan tersebut.

Andi tidak bermaksud buat menyebarkan keterangan hoaks. Apalagi, disebut membuat teror terhadap Pemilu 2019.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, bereaksi keras terhadap Andi Arief. Dia menyebut pernyataan Andi berbahaya.

“Pernyataan saudara Andi sangat provokatif, cermin kekerdilan jiwa, mental prejudice, dan sangat berbahaya. Pernyataan jalanan tanpa dasar tersebut, telah memenuhi delik hukum buat dipersoalkan,” ucap Hasto.

Dia pun meminta Andi bagi tak berhalusinasi. Beranggapan Pemilu 2019 sama dengan Pemilu 2009 yg diklaimnya penuh kecurangan.

“Saudara Andi Arief juga harus ingat ini tahun 2019, sehingga jangan berhalusinasi terjadi kecurangan masif seperti tahun 2009, saat pimpinan KPU ketika itupun ditawari masuk ke jajaran teras elit kekuasaan. Jadi simpan semua skenario berpikir curang dengan referensi masa lalu,” ungkap Hasto.

KPU Nyatakan Hoaks

Ketua KPU RI Arief Budiman dan jajaran Bawaslu selesai melakukan pengecekan terkait keterangan tujuh kontainer surat suara yang berasal Tiongkok yg telah tercoblos di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok Jakarta, Rabu (2/1) malam. Arief menegaskan kabar tersebut tak benar alias hoaks.

“Kami memastikan tak bahwa ada 7 kontainer berisi masing-masing 10 juta surat suara yg telah tercoblos bagi nomor 01. Tidak benar juga ada TNI AL yg menemukan itu. Tidak benar juga KPU menyita sesuatu kontainer yg telah terbuka tersebut. Semua berita itu bohong,” jelas Arief di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Arief mengatakan, mulai memproses hukum pihak-pihak yg menyebarkan keterangan tersebut. Dia mengaku telah meminta pihak polisi buat melakukan pengusutan atas penyebaran keterangan tujuh kontainer surat suara yang berasal Tiongkok yg telah tercoblos di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok.

“Kami telah meminta polisi bagi mencari perekam suara yg mengabarkan itu, termasuk orang yg menulis dan memuat tentang berita bohong ini. Orang jahat yg coba mengganggu pemilu mulai ditangkap. Kami minta pelakunya langsung ditangkap,” tegas Arief. [rnd]

Sumber:

http://www.merdeka.com/politik/hoaks-7-kontainer-berisi-surat-suara-andi-arief-ingin-selamatkan-pemilu.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply