banner 468x60

Berkaca Kemenangan Trump, Jokowi Minta Pendukungnya Hati-Hati Dan Tak Senang Dulu

 politik
banner 468x60

Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo minta para pendukungnya tidak jumawa menyikapi keadaan ketika ini di mana elektabilitasnya masih unggul berdasarkan hasil dua lembaga survei dibanding capres penantang Prabowo Subianto. Dia ingin para relawan selalu fokus bekerja.

“Jangan senang lalu kami menang survei dengan sebuah gap yg di atas 20 persen, telah beberapa setengah bulan ini seperti itu hati-hati jangan senang dulu, hati hati,” ucap Jokowi ketika pidato di rakernas Bravo-5 di Ballroom Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12).

Jokowi berkaca dari kekalahan Hillary Clinton dan kemenangan Donald Trump di pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Ketika itu, segala lembaga survei di AS menyebut Hillary mulai menang dari Donald Trump.

Bahkan, kata Jokowi, mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Mantan Presiden AS Obama percaya bahwa Hillary Clinton bakal memenangkan Pilpres AS di detik detik terakhir. Namun hasilnya, Donald Trump yg menjuarai pemilu AS.

“Tapi kalian lihat Donald Trump yg menang. Landscape politik kami telah berubah, landasan politik nasional pun telah berubah, ini yg harus kami melihat dalam kaca mata ke hati-hatian,” ungkapnya.

Dari Pilpres AS, Jokowi minta pendukungnya waspada. Apalagi dengan adanya keterbukaan media sosial yg sangat memengaruhi elektabilitas dan mampu menjadi celah buat mencari kelemahan dari masing-masing paslon di sisa masa waktu kampanye. Jokowi mengimbau para pendukungnya menguatkan isu maupun program guna memenangkan Pilpres 2019.

“Dengan adanya media sosial yg sangat terbuka seperti sekarang ini munculnya isu yg datang datang dapat mempengaruhi yg namanya pemilih dengan dadakan dadakan. Karena isunya memang telah disiapkan, tetapi kami juga bersiap bersiap dengan isu isu, kalau di sana bersiap kami juga harus bersiap seperti itu,” pesan Joko Widodo.

Untuk diketahui, dari hasil survei dua lembaga, elektabilitas Jokowi masih unggul dibanding Prabowo. Rata-rata, gap antara Jokowi dan Prabowo di angka 20 persen. Namun, Prabowo masih dapat mengejar ketertinggalan karena masa kampanye masih lama. Sekitar 7 bulan. Semua masih mampu berubah.

Hasil survei LSI Denny JA, Jokowi-Ma’ruf unggul 52,2 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi ada di angka 29,5 persen. Sebanyak 18,3 persen rahasia atau belum memutuskan. Hasil penelitian terbaru lembaga survei Indikator menunjukkan, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin unggul atas rivalnya pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo dan Sandiaga Uno. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 57,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi 32,3 persen. Alvara Research Center juga pernah merilis hasil survei nasional. Hasilnya pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul 53,63 persen dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 35,2 persen. [noe]

Sumber:

http://www.merdeka.com/politik/berkaca-kemenangan-trump-jokowi-minta-pendukungnya-hati-hati-dan-tak-senang-dulu.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply