banner 468x60

Januari 2019, Demokrat Tancap Gas Kampanyekan Prabowo-Sandiaga

 politik
banner 468x60

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menjelaskan, sampai ketika ini partainya masih fokus kampanye Pileg dari pada kampanye Pilpres 2019. Dia mengatakan, awal bulan Januari Demokrat baru tancap gas mengkampanyekan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

“Jadi kalian mengkampanyekan Prabowo-Sandi itu nomor dua. Sekarang nomor sesuatu sekarang partai dulu, nanti kemudian Januari ke sana itu baru kami merubah lagi strateginya,” katanya ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (9/11).

Ferdinand menyebut, Demokrat ketika ini fokus kampanye Pileg buat memperkuat partai. Namun dalam kampanye Pileg, Demokrat sembari menyerap aspirasi dari masyarakat apakah ingin mengganti kepemimpinan nasional atau tidak.

“Dalam penguatan pileg itu kami juga mulai mengkampanyekan Prabowo-Sandi, karena kalian kan harus mengetahui betul dimana (daerah) kalian yg dapat teriak Prabowo, dimana kami dapat teriak Sandi, dimana kami tak mampu teriak,” ujarnya.

Ferdinand tidak khawatir seandainya sekarang belum ‘full speed’ kampanye Pilpres, Prabowo-Sandi mampu kalah. Menurutnya ini bagian dari strategi Demokrat supaya suara Pileg positif dan mampu memenangkan Pilpres.

Demokrat juga ingin menguatkan akar rumput lalu buat bekal mengkampanyekan total Prabowo-Sandi di Januari nanti. Partai berlogo bintang mercy tersebut masih memetakan mana suara akar rumput yg nyaring memilih Prabowo-Sandi.

“Tidak ada gunanya selalu teriak-teriak selalu di depan, kami perkuat grassroot dulu, perkuat akar dulu, karena sehingga kalau akar telah kuat di bawah nanti kan tinggal komando kami begini kami begitu kan jalan semua,” ucapnya.

Saat ini, Demokrat ingin fokus memetakan suara di Pulau Jawa buat mengetahui mana daerah yg potensial mendukung Prabowo-Sandi. Ferdinand bercerita ketika berkunjung ke Jawa Tengah yg mana suara rival capres Prabowo yakni Joko Widodo masih kuat di kandang banteng atau provinsi yg didominasi PDIP.

Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut tidak ingin mengkampanyekan Prabowo-Sandi dengan percuma. Menurutnya sia-sia bila ketika ini menggaungkan nama Prabowo-Sandi di daerah yg didominasi lawan. Hasil survei di Jawa Tengah, kata dia, juga masih sama dengan Pilkada 2018 dahulu antara kepala daerah kubu Jokowi dan Prabowo.

“Ternyata di sana itu boleh kami katakan memang masih unggul Jokowi. Tetapi telah tak begitu signifikan ya, karena sebagian juga masyarakat di situ menginginkan pergantian kepemimpinan nasional dan ada sekelompok juga pokoknya tak ada alasan tak ada angin, tak ada hujan ya harus Jokowi,” tuturnya.

“Tapi bagi sebagian menyadari, (masyarakat) kalian ini hidupnya makin susah, ingin ganti presiden gitu lah, nah itu kan kalian petakan semua, kalian petakan sehingga milik mapping resmi, mapping yg betul betul akurat mana yg harus kalian garap habis habisan, mana yg kalian tak usah menghabiskan energi,” tambah Ferdinand.

Dia membantah bila partai Demokrat mendukung Prabowo-Sandi sebagai cara buat memenuhi syarat ikut Pemilu 2019, sehingga terkesan ‘ogah ogahan’ memenangkan Prabowo-Sandi. Dia menerangkan, strategi kampanye Demokrat cuma berbeda supaya target Pileg dan Pilpres tercapai.

“Itu kan anggapan mengada ngada itu, gak ada seperti itu kalian ini kan bekerja dengan cara yg kalian mengerti, kalian anggap mampu memenangkan pertarungan ini, sudahlah masa kami berpolitik sehina itu gak begitulah, kami ini kan manusia manusia yg konsisten antara perbuatan dan ucapan,” tegasnya.

“Kita menata pola kampanye nya, strategi kampanye nya, bagaimana supaya beberapa target ini tercapai Pileg dapet, Pilpres juga kalian menangkan ngapain kalian mengkampanyekan Prabowo kalo nanti (suara) partai (Demokrat) hilang kan begitu, jadi kami meramunya stategi taktis nya itu supaya beberapa duanya dapat, bisa di Pileg nya bisa di Pilpres nya,” tambah Ferdinand.

Dia menambahkan, suara Prabowo-Sandi unggul di Jawa Barat dan masih keok di Jawa Tengah. Sementara bagi Jawa Timur masih imbang. Demokrat bakal borong suara habis habisan di Jawa Timur buat Pileg dan Pilpres. Setelah Jawa telah di petakan, baru kampanye keluar ke daerah lain.

“Jadi peta kekuatannya masih sangat sangat sama ya, kalian fokus lalu ke Jawa ini segala supaya ada perubahan sedikit, terutama Jawa Timur, kalian mau garap Jawa Timur, supaya Jawa Timur ini kalian mampu unggul,” paparnya.

Di pulau Jawa, Ferdinand tidak ingin membongkar dimana wilayah yg suaranya positif bagi Prabowo-Sandi. Itu rahasia dapur buat tancap gas kampanye Pilpres Januari nanti. Demokrat belum mampu mengungkapkan target akurat suara buat hari pemilihan presiden April 2019 nanti. Untuk Pileg, Demokrat belum milik target. Sebab suara yg ketika ini di Parlemen masih cukup bagus.

“Kita masih tahap konsolidasi penuh ke bawah ya jadi kami belum mampu menyampaikan Demokrat menyumbang sekian suara (ke Prabowo-Sandi), kami mulai meyakini setelah keliling dulu, baru nanti tahun depan baru kami mampu seperti apa, kalo sekarang ini belum,” ucap Ferdinand.

Lebih lanjut, dia menambahkan, SBY juga turun ke bawah buat menyerap aspirasi masyarakat apakah ingin ganti presiden atau tak dengan cara halus. SBY enggan blak blakan supaya masyarakat dukung Prabowo-Sandi.

“Kita tak tiba pilih Prabowo begitu kami kampanye, kalian tanya dahulu apa yg mereka inginkan sekarang kepemimpinan pak Jokowi gimana, apakah telah membaik, baru menjawab oh tak pak, ingin ganti presiden, nah yaudah kami ini koalisi dengan Prabowo, dukung prabowo ya, jadi sejalan, gitu cara kalian mendengar dahulu masyarakat nya, kalian tak mau dateng segera teriak teriak pilih Prabowo, kalian tanya dulu,” tutupnya. [rnd]

Sumber:

http://www.merdeka.com/politik/januari-2019-demokrat-tancap-gas-kampanyekan-prabowo-sandiaga.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply