banner 468x60

Politisi PDIP Ungkap Kenapa Kader Demokrat Pilih Jokowi Ketimbang Prabowo

 politik
banner 468x60

Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Aria Bima mengungkap, alasan kader Demokrat pindah dukungan disebabkan kinerja Jokowi yg nyata. Dia menampik kaburnya mereka bukan karena kepentingan politik pragmatis semata atau ‘kutu loncat’.

“Mereka beralih dukungan aku kira tak dapat lepas kalau banyak yg mendukung berarti ada sebabnya. Sebab kinerja Pak Joko Widodo selama empat tahun sebagai presiden ini aku kira bukan ada sesuatu, bukan sekadar kutu loncat buat mendukung capres-cawapres yg sekarang ini incumbent,” katanya di markas TKN, Jl Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).

“Tapi memang ada suatu pertalian pemikiran secara ideologis, bagaimana konsepsi Indonesia sentris, bagaimana membangun koneksitas laut udara darat, cukup memberikan suatu kebanggaan daerah,” sambungnya.

Menurut Bima, masyarakat Indonesia, salah satunya Papua dan Kalimantan telah merasakan dampak dari berbagai program yg dikerjakan Jokowi selama empat tahun. Dari situ, terjadi peningkatan nilai aset dengan koneksitas infrastruktur.

Sehingga terjadi suatu imajinasi dan atraksi bagaimana Gubernur dan kepala daerah nya mulai membangun konsep ekonomi pertumbuhan baru dari hasil infrastruktur yg selalu digalakkan Jokowi selama empat tahun.

“Jadi aku melihat bukan pragmatisme yg terjadi, memang karena Gubernur adalah perpanjangan dari pemerintah pusat. Banyak hal good will atau niat baik pemerintah pusat yg membangun bukan Jawa sentris, bukan Jawa Barat sentris bisa memberikan respon baik rakyat rakyat di daerah yg tersimbolisasi,” paparnya.

Politisi PDIP ini mengatakan, program program pemerintah pusat itu direspon baik oleh Gubernur dan mantan Gubernur. Sehingga mereka mempercayakan Jokowi buat melanjutkan lima tahun pemerintahan selanjutnya. Supaya ada kesinambungan program kedepan.

“Ini yg aku lihat bahwa keputusan Partai Demokrat yg membolehkan dua kadernya buat menjadi tim sukses dari Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin pada prinsipnya tim kampanye nasional mampu memahami langkah-langkah itu dan itu yaitu suatu domain yg kami hargai dari Partai Demokrat,” terang Bima.

Aria belum memastikan apakah kader Demokrat tersebut bakal benar-benar masuk tim kampanye nasional Jokowi – KH Ma’ruf Amin. Mereka apresiasi dan mulai tindak lanjuti.

“Sementara ini masih kami dengar dari media, kalian pun juga mulai proaktif kalau memang yg bersangkutan ingin menjadi tim kampanye atau juru kampanye. Dengan catatan tentunya dia harus terdaftar sebagai tim kampanye baik nasional maupun daerah. Ini kami mulai langsung tindak lanjuti,” tandasnya.

Diketahui, sejumlah kader Demokrat yg memberikan dukungan ke Jokowi adalah Gubernur Papua Lukas Enembe, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi dan Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Sikap kader Demokrat ini sendiri keluar dari garis partai Demokrat yg telah final mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu disebut main ‘dua kaki’ karena memberi dispensasi kepada kadernya di daerah yg dukung Jokowi. [rnd]

Sumber:

http://www.merdeka.com/politik/politisi-pdip-ungkap-kenapa-kader-demokrat-pilih-jokowi-ketimbang-prabowo.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply