banner 468x60

Pemilu 2019 Dinilai Rawan Manipulasi Data

 politik
banner 468x60

Pakar The Indonesian Institute (TII), Fadel Basrianto mengatakan, masih ada masyarakat yg memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda. Dia mengungkapkan, ada dua perbedaan data antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dia menjelaskan, permasalahan ini harus langsung diselesaikan. Fadel menduga, DPT ganda terjadi karena adanya masalah ego sektoral antara pihak penyelenggara pemilu dengan pihak Kemendagri yg masing-masing mempunyai data.

“Persoalan DPT ganda yg terus ada. DPT sesuatu sisi menjamin hak individu, sesuatu lagi rawan manipulasi. Ada perbedaan data dari Kemendagri, KPU, parpol. Celah manipulasi mampu terjadi, kami enggak mau ada pemilu yg rawan manipulasi,” katanya di Kantor TII, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).

Fadel mengungkapkan, semestinya data masyarakat telah pasti terekam secara otomatis, sehingga tak mungkin ada DPT ganda. Semestinya Kemendagri memakai teknologi secara maksimal.

“Saat ini kalian telah beranjak ke level e-KTP, one identitas, one id, seharusnya segala data masyarakat telah terekam secara otomatis dan seharusnya teknologi e-KTP digunakan betul-betul,” ungkapnya.

Sementara itu, politisi PDIP Masinton Pasaribu menuturkan, semestinya KPU harus dapat bersikap secara profesional. Karena hal itu mampu membuat pemilu berjalan dengan baik.

“KPU harus bekerja profesional, agar pemilu berjalan demokratis tanpa ada penghilangan hak pemilih. Di sini menurut aku peran dari KPU agar tetap pemilu ke pemilu baik,” tegasnya.

Dia juga meminta KPU mampu bekerja secara netral dan tak berpihak kepada siapa pun atau kubu mana pun.

“Jangan lagi itu pro ke sana, pro ke sini. Sebagai penyelenggara harus netral dan apa pun kalau penyelenggara netral suara rakyat dapat dijamin sesuai pilihan rakyat,” pungkas Masinton. [fik]

Sumber:

http://www.merdeka.com/politik/pemilu-2019-dinilai-rawan-manipulasi-data.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply