banner 468x60

Cerita Ma’ruf Amin Soal Penunjukan Dirinya Jadi Cawapres Jokowi

 politik
banner 468x60

Pilihan bakal calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) jatuh kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin. Dinamika penunjukannya pun terjadi cukup dramatis, setelah nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menguat di dua jam sebelum deklarasi.

Ma’ruf menceritakan, dirinya tidak pernah terpikirkan buat mengisi jabatan politik. Oleh keluarganya, cuma diminta menjadi seorang kiai. Apalagi dia kaget setelah dua media memberitakan dirinya masuk bursa cawapres Jokowi.

“Setelah itu aku berdoa kepada Allah seperti doa biasa, kalau wapres ini baik bagi saya, negara saya, bangsa saya, dekatkan aku dengan jabatan itu. Kalau ternyata jelek, mohon jauhkan saya. Karena itu aku tak persiapkan tim, tak ada think thank, jadi kalau ditanya siapa anunya ya enggak ada orang aku enggak siapkan tim,” kata Ma’ruf ketika kunjungan di DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Saat hari deklarasi kemarin (9/8), Rais Aam PBNU itu tengah berada di kantornya mengurusi sumbangan bagi bantuan bencana gempa Lombok, NTB. Tiba-tiba, Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) menelepon dirinya.

“Terus pak Rommy telepon aku setengah 5, akan ada berita jam 4, aku disuruh tiba ke sesuatu tempat,” kata Ma’ruf.

Saat berbincang dengan Rommy, Ma’ruf bertanya mengapa dirinya ditelepon, padahal nama Mahfud selalu menguat di sejumlah media.

“Enggak. Ini arah baru, muter,” kata dia menirukan ucapan Rommy.

Usai Rommy, giliran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yg menelepon dirinya.

“Jadi jam 5 juga bu Mega nelepon saya. Saya telah katakan, aku enak nyaman di jalur ini (menjadi ulama). Tapi kalau negara membutuhkan saya, aku siap,” kata dia.

Jokowi sendiri tak pernah menelepon segera sebelum deklarasi itu. Pertemuan terakhir dengan Jokowi juga di Istana Merdeka pada sehari sebelumnya, Rabu (8/8). Dalam meeting itu tidak ada menyinggung soal cawapres.

“Cuma nanyain MUI, nanyain ini itu. Cuma (bilang) besok aku mulai ambil putusan aku mulai kasih telepon pak kiai,” kata dia.

Pembicaraan soal cawapres cuma pernah dikerjakan dalam perjalanan pesawat dari Cirebon ke Jakarta, 11 April 2018. Saat itu ada Rommy, Ma’ruf, dan Jokowi. Ma’ruf menyebutkan cuma memberikan saran kepada Jokowi agarIstikharah dalam memilih cawapres.

“Saya bilang, pak terima saja segala cawapres terima saja segala kriterianya nanti bapak istikharah. Nanti hasil Istikharahnya itu dikonsultasikan ke ulama, nanti diberitahu,” kata dia.

“Iya, iya,” lanjut Ma’ruf menirukan jawaban Jokowi.

Lalu, pada hari ini saat melakukan pendaftaran, Ma’ruf bertanya kenapa Jokowi memilih dirinya.

“Lah iya katanya kan disuruh pak kiai. Suruh istikharah dan istikharah aku ya pak kiai itu,” kata Jokowi, ditirukan Ma’ruf. [rzk]

Sumber:

http://www.merdeka.com/politik/cerita-maruf-amin-soal-penunjukan-dirinya-jadi-cawapres-jokowi.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply