banner 468x60

Gerindra Tegaskan 3×24 Jam Nuruzzaman Harus Minta Maaf!

 politik
banner 468x60

Mohammad Nuruzzaman mengajukan surat pengunduran diri dari Partai Gerindra. Dia mengaku keluar karena tak senang dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yg mengkritisi kunjungan anggota Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil.

Dalam informasi pers terkait pengunduran dirinya, Nuruzzaman sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap Gerindra. Ucapannya itu menuai respon somasi yg dilayangkan oleh Ketua Bidang Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman.

“Saat ini Lembaga Advokasi Gerindra sedang mempelajari pernyataan di berbagai media yg disebut Saudara Nurruzzaman yg berisi fitnah teramat keji terhadap pengurus dan institusi Partai Gerindra antara yang lain menyampaikan Gerindra corong kebencian,” kata Habiburokhman dalam informasi tertulisnya yg diterima merdeka.com, Kamis (13/6).

Habiburokhman menyampaikan mulai menunggu selama 3 kali 24 bagi langsung melakukan ralat ataupun klarifikasi. Tidak cuma itu Nurzzaman diminta minta maaf pada segala kader Gerindra.

“Jika tenggat waktu tersebut diabaikan selanjutnya kita mulai memakai hak hukum buat melaporkan secara pidana dan menggugat secara perdata,” ungkapnya.

Dia menegaskan mulai menjaga citra partai yg sudah dibangun sedemikian rupa. Habiburokhman tak membiarkan siapa pun mencorengnya.

“Reputasi dan nama baik Gerindra sebagai partai pembela rakyat kita bangun dengan keringat, darah dan airmata selama lebih sepuluh tahun dan tak mulai kita biarkan tercoreng oleh siapapun,” ucapnya.

Wakil Sekjen Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman mengundurkan diri dari Partai Gerindra. Surat pengunduran diri Nuruzzaman segera ditujukan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Selasa (12/6).

Dalam suratnya yg ditujukan pada Prabowo, Nuruzzaman mengaku telah berfikir buat mundur dari Gerindra sejak Desember 2017. Alasannya, kontribusi dan ketulusannya berjuang bersama Gerindra tak pernah terakomodir. Namun, keputusannya mundur baru terealisasi hari ini, Selasa (12/6).

Salah sesuatu alasannya mundur kali ini karena pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yg menyakiti hatinya.

“Hari ini, 12 Juni 2018, aku marah. Kemarahan aku memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel yg diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden,” tuturnya dalam surat yg beredar di kalangan wartawan. [ian]

Sumber:

http://www.merdeka.com/politik/gerindra-tegaskan-3×24-jam-nuruzzaman-harus-minta-maaf.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply