banner 468x60

AHY Mengamini Jika Namanya Masuk Skenario Pertarungan Pilpres 2019

 politik
banner 468x60

Nama Jusuf Kalla (JK) disebut-sebut bakal diduetkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Capres dan Cawapres di Pilpres 2019. Opsi tersebut dimunculkan sebagai bagian dari koalisi kerakyatan yg digagas partai Demokrat.

Namun, Demokrat menyanggahnya. Wacana menduetkan AHY dan Jusuf Kalla belum pernah dibahas. AHY ikut menanggapi wacana itu. Menurutnya, dua skenario dibangun oleh publik maupun oleh elit politik. Apalagi sampai dengan hari ini belum terbangun koalisi permanen.

AHY tidak keberatan seandainya namanya masuk dalam kemungkinan skenario-skenario yg sedang dirancang para elit politik. Dia bersyukur namanya masuk dalam simulasi tersebut.

“Ketika orang berspekulasi kalau begitu mencoba saja apakah memungkinkan tokoh A disandingkan dengan tokoh B. Termasuk terus dimunculkan nama saya, AHY yg dianggap baik ikut disimulasikan dalam skenario-skenario itu tadi. Saya kalau mendapatkan nilai yg cukup baik berdasarkan hasil survei, kemudian di pasang-pasangkan dengan tokoh-tokoh politik nasional lainnya, aku mengamini nya,” ujar AHY di kantor AHY Foundation, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/6).

Putra sulung Presiden RI keenam ini menilai, seandainya namanya masuk dalam opsi capres-cawapres maka itu menjadi bagian dari harapan masyarakat. Meski demikian, AHY belum mampu memastikan bersama siapa Demokrat berkoalisi bagi mencalonkannya.

“Artinya ada harapan dari publik yg dianggap bahwa AHY ini patutlah bagi dijadikan salah sesuatu alternatif didalam percaturan kontestasi pilpres 2019. Saya menyampaikan per hari ini tak dapat dikatakan bahwa kami telah berada didalam sesuatu kubu. Semuanya masih terbuka, kalian menjalin komunikasi dengan semua. Pada akhirnya mulai kami tetapkan sikap itu, tapi belum hari ini, belum sekarang,” imbuhnya.

AHY melanjutkan, dalam politik seluruh kemungkinan dapat terwujud. Masih ada kemungkinan poros yang lain yg dirancang buat Pilpres 2019. Menurutnya, koalisi yg muncul ke permukaan ketika ini juga masih dinamis. Sehingga, belum dapat dipastikan cuma mulai ada beberapa poros yakni koalisi Jokowi dan koalisi Prabowo Subianto.

“Saya tak menyampaikan mulai berubah (koalisi), tetapi masih bisa, masih memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan. Mengapa? Karena masing-masing parpol, elit politik milik hitungan masing-masing, milik kepentingan dan juga ekspektasi masing-masing,” tuturnya.

“Akan selalu cair. Kita tak dapat memastikan hari ini paten ada sekian partai di koalisi A dan sekian partai di koalisi B. Kemudian orang bertanya-tanya, kalau gitu kemudian segala masih mungkin? Ya, betul. Dua poros, tiga poros masih memungkinkan terjadi,” ucap AHY. [noe]

Sumber:

http://www.merdeka.com/politik/ahy-mengamini-jika-namanya-masuk-skenario-pertarungan-pilpres-2019.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply