banner 468x60

Gerindra Setuju Revisi UU Terorisme Harus Segera Diketok

 politik
banner 468x60

Partai Gerindra mendukung pembahasan revisi UU nomor 5 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme langsung diselesaikan. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku sudah mendapatkan keterangan bahwa pembahasan RUU Tindak Pidana Terorisme telah mencapai tahap akhir.

“Saya kira dari sisi kalian Gerindra enggak ada masalah,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5).

Dia meyakini, pembahasan RUU tersebut mulai langsung rampung di masa sidang mendatang. Sebab, dua pasal-pasal krusial sudah disepakati pemerintah bersama DPR.

Pasal krusial yg disebut masih alot dibahas yakni terkait definisi terorisme. Namun, dia menyebut subastansi pasal soal definisi sebenarnya telah mengerucut.

“Tidak ada problem substansial lagi karena semua pasal-pasal telah disetujui tinggal definisi saja. Definisi pun telah mengerucut apakah sesuatu frasa masuk dalam definisi utuh atau sesuatu frasa masuk dalam penjelasan,” terangnya.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly memastikan bahwa pemerintah mulai mempercepat pembahasan rancangan revisi Undang-undang Antiterorisme bersama Dewan Perwakilan Rakyat dalam masa sidang selanjutnya. Masa sidang Dewan Perwakilan Rakyat mulai dimulai pada 18 Mei.

“Nanti pembukaan masa sidang segera kami tancap gas,” kata Yasonna.

Menurut Yasonna, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat telah sepakat dengan Dewan Perwakilan Rakyat terkait revisi undang-undang tersebut. Bahkan, kata dia, draf yg diajukan pemerintah tinggal dibahas dalam sidang di Dewan Perwakilan Rakyat dan tidak ada lagi perbedaan.

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto menyebut ada beberapa poin yg selama ini mengganjal pembahasan revisi UU Terorisme, merupakan soal definisi terorisme dan pelibatan TNI dalam memberantas teroris. [rnd]

Sumber:

http://www.merdeka.com/politik/gerindra-setuju-revisi-uu-terorisme-harus-segera-diketok.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply