banner 468x60

Cawagub Mama Emi Tak Ingin Lagi Perempuan NTT Jadi Korban Perdagangan Orang

 politik
banner 468x60

Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu salah sesuatu provinsi yg masuk zona merah perdagangan orang (human trafficking). Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2017, korban terbesar human trafficking adalah perempuan dan anak.

Walaupun telah masuk zona merah, belum ada perubahan berarti terkait tindak kejahatan di NTT ini. Bahkan, sejak Januari sampai 13 Februari 2018 lalu, telah 13 jenazah korban human trafficking yg sebagian besar perempuan dikirim dari Malaysia.

Menanggapi ini, calon wakil gubernur (cawagub) NTT, Emilia Julia Nomleni mengatakan, selama ini banyak orang baru berbicara human trafficking saat ada korban. Jarang sekali yg berbicara mengenai proses awal kejahatan yg seharusnya dicegah.

“Seharusnya kalian upayakan pencegahan agar tak terjadi lagi perempuan NTT menjadi korban human trafficking,” kata kata Mama Emi, Jumat (11/5).

Menurut Mama Emi, pencegahan yg pertama kali harus kalian lakukan yakni mengatasi kemiskinan. Sebab, pertama kali yg merasakan dampak kemiskinan yakni perempuan.

“Kekurangan air perempuan yg pasti pertama merasakan, begitu juga kekurangan makanan perempuan yg pertama merasakan. Sehingga wajah kemiskinan NTT adalah dari perempuan,” imbuh wanita berambut putih itu.

Mama Emi mencontohkan, seorang perempuan dan laki-laki ketika mempunyai uang Rp 20.000 mulai berbeda sikapnya. Jika laki-laki mempunyai uang sebesar itu mulai habis buat beli sebungkus rokok dan ngopi di warung.

“Berbeda dengan perempuan. Jika perempuan milik uang Rp 20.000 dia mulai melihat beras di dapur terlebih dahulu. Bila tak ada beras uang tersebut mulai dihabiskan bagi membeli beras supaya suami dan anak mereka tak kelaparan,” ujar wanita yg berpasangan dengan Marianus Sae tersebut.

Cawagub nomor urut 2 itu menyampaikan, dari lima agenda penting yg disiapkannya, seandainya dipercaya memimpin NTT kelak, ada sesuatu agenda khusus buat mencegah perempuan menjadi korban human trafficking. Agenda itu, kata Mama Emi, adalah penguatan peran perempuan dalam perekonomian masyarakat NTT.

“Nantinya ekonomi di NTT mulai berbasis rumah tangga dan kerakyatan sehingga perempuan dapat terlibat di dalamnya serta kesejahteraan dapat bermula dari dalam rumah,” ungkapnya. [rnd]

Sumber:

http://www.merdeka.com/politik/cawagub-mama-emi-tak-ingin-lagi-perempuan-ntt-jadi-korban-perdagangan-orang.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply