banner 468x60

Kembali Tersandung Masalah, Memo Internal Ini Ungkap Sisi ‘gelap’ Facebook

 teknologi
banner 468x60

Belum juga beres masalah penyalahgunaan data 50 juta penggunanya, Facebook kini sedang kebakaran jenggot perkara hal baru.

Masalah ini berakar sejak 2016. Dilansir The Guardian, Jumat (30/3/2018), Facebook pernah membuat memo internal perusahaan yang diedarkan ke karyawan secara tertutup.

Memo tersebut, ditulis oleh salah seorang wakil direktur Facebook bernama Andrew Bosworth pada 2016. Yang memicu kontroversi tentu adalah isinya. Diketahui, memo ini dimuat pertama kali via BuzzFeed News.

Dalam memo itu, Boz – panggilan karib Bosworth – mengklaim kalau Facebook cuma memiliki satu misi untuk menguntungkan perusahaan, yakni menghubungkan semua penggunanya menjadi komunitas besar.

Tentu, semakin besar jumlah pengguna, semakin banyak pula keuntungan yang dikantongi Facebook. Namun, Boz malah menekankan cara ini bisa dilakukan bisa dengan apa saja, yang penting caranya baik secara de facto. Bisa disimpulkan, Facebook dapat menghalalkan segala cara untuk meraup untung.

“Mungkin kita butuh mengorbankan hidup untuk mengekspos seseorang yang di-bully, atau juga mungkin kita juga bisa mengekspos seseorang yang mati terkena serangan teroris. Mau bagaimana pun, itulah yang kita lakukan. Sejelek apa pun isunya, kita harus menghubungkan orang. Titik. Itulah kerjaan kita untuk menumbuhkan pengguna,” tulis Boz.

Sontak saja, memo tersebut memicu kontroversi dan pertanyaan soal kesigapan Facebook menangani informasi dan data pribadi pengguna, apakah mereka benar-benar menjaga kerahasiaan data pengguna, atau cuma sekonyong-konyong memikirkan angka demi keuntungan belaka?

Boz sendiri mengakui kalau memo internal tersebut benar adanya. Namun, ia tidak membenarkan terkait isi dari memo itu.

Menurutnya, memo itu malah cuma memicu perdebatan dan memperkeruh suasana. Boz bahkan tidak mengakui isi pesan tersebut bukan ia yang tulis.

“Saya tidak setuju dengan isi pesan tersebut, bukan saya yang tulis. Tujuan pesan tersebut adalah untuk membawa isu yang lebih berat dan memperkeruh keadaan,” ujar Boz.

Pada kesempatan yang sama, CEO Facebook Mark Zuckerberg, juga berkomentar terkait memo itu. “Boz adalah pemimpin berbakat, yang berani mengeluarkan opini provokatif. Namun pendapat Boz sudah pasti tidak disetujui karyawan, bahkan termasuk saya. Kami tak percaya bahwa tujuan itu bisa dibenarkan untuk meraih sesuatu dari Facebook,” ujar Zuck – sapaan karibnya. [ega]

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/kembali-tersandung-masalah-memo-internal-ini-ungkap-sisi-gelap-facebook.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply