banner 468x60

Cara Melahirkan Normal Yang Benar Beserta Tips Dan Persiapan Menjelang Melahirkan

 kesehatan
banner 468x60

Ketika hendak melahirkan, banyak ibu yang berharap agar dapat melahirkan normal. Dibandingkan dengan proses melahirkan lainnya yaitu caesar, melahirkan normal memang lebih banyak memiliki kelebihan dan manfaat, meskipun tetap saja ada kelemahannya. Namun meskipun banyak ibu berharap untuk dapat melahirkan normal, tetap saja ada ketakutan yang dirasakan menjelang melahirkan, terutama pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Rasa takut atau was-was menjelang melahirkan ini terkadang sampai membuat ibu menunda kehamilan bahkan menunda kelahiran.

Dalam dunia kesehatan, cara melahirkan normal memang lebih disarankan. Hal ini karena seperti yang telah dijelaskan, lebih banyak kelebihan dan manfaatnya.

Kelebihan dan manfaat melahirkan normal :

  • Proses pemulihan ibu lebih cepat

Meski harus melalui proses yang berat dan lama selama melahirkan secara normal, proses pemulihan setelah melahirkan jauh lebih cepat dibandingkan dengan proses caesar. Paling tidak 6 jam sesudah melahirkan, ibu sudah dapat beraktivitas sendiri dan dapat bergerak dengan bebas.

  • Dapat meninggalkan rumah sakit, puskemas, atau bidan lebih cepat

Dikarenakan proses pemulihan yang lebih cepat, maka ibu akan lebih cepat pula keluar dari tempat di mana ibu melahirkan baik di rumah sakit, puskemas, maupun bidan. Dalam waktu 24 hingga 48 jam, ibu dinilai cukup sehat dan dapat meninggalkan rumah sakit dengan izin dokter maupun bidan.

  • Produksi kolostrum dan ASI baik

Pada ibu yang melahirkan secara normal, produksi kolostrum yaitu zat yang dikeluarkan oleh kelenjar ASI pada tahap akhir masa kehamilan akan lebih cepat, banyak, dan baik. Hal ini akan mendorong produksi ASI yang lebih cepat, banyak, dan baik.

  • Ibu dapat langsung berinteraksi dengan bayi

Dengan cara melahirkan bayi secara normal, ibu dapat langsung berinteraksi dengan bayi sesaat setelah bayi dilahirkan. Dengan demikian pemberian ASI eksklusif dapat diberikan secepatnya.

  • Berkurangnya risiko masalah pernapasan selama proses melahirkan

Banyak otot yang terlibat untuk memompa keluarnya cairan yang ada di paru-paru bayi selama proses melahirkan. Hal ini berdampak pada bayi yang memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami masalah pernapasan.

  • Membangun sistem imunitas pada bayi

Selama melalui proses melahirkan yang normal, bayi yang sebelumnya tinggal dalam rahim dalam keadaan steril akan melewati vagina ibu yang penuh bakteri sehingga bayi dengan sendirinya akan membangun sistem imunitas dari bakteri yang didapat dan memperkaya bakteri yang berguna bagi pencernaan bayi.

  • Risiko pendarahan pada cara melahirkan normal lebih rendah

Ketika melahirkan secara caesar, bukan tidak mungkin ibu akan mengalami pendarahan dan infeksi jahitan, makanya dengan melalui proses melahirkan normal, peluang terjadinya pendarahan dan infeksi akan cenderung lebih sedikit.

  • Menghemat biaya

Hal ini sudah merupakan rahasia umum. Tanpa melakukan operasi caesar atau cara melahirkan normal, maka akan menghemat biaya pengeluaran selama proses melahirkan.

Kelemahan melahirkan normal

Di samping banyaknya kelebihan dan manfaat dari melahirkan normal, perlu diketahui juga tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan atau kelemahan selama menjalani proses melahirkan normal.

  • Adanya risiko kerusakan kulit dan jaringan di sekitar vagina

Melahirkan normal tentu melewati vagina, oleh karena itu besar risiko bahwa kulit dan jaringan sekitar vagina akan mengalami melar dan robek. Hal ini akan membuat otot pinggul yang berfungsi sebagai pengontrol air seni dan isi perut ibu melemah atau bahkan mengalami cedera.

  • Rasa sakit pada perineum

Tidak hanya mengalami kesakitan pada vagina saja, ibu bisa pula merasakan kesakitan pada area antara vagina dan anus atau yang biasa disebut dengan perineum.

  • Cedera saat proses melahirkan

Hal ini memang terkesan menakutkan namun merupakan fakta. Ketika ukuran bayi terlalu besar, terdapat kemungkinan ibu dapat mengalami cedera seperti memar di kulit atau bahkan retak tulang.

Setelah penjelasan-penjelasan mengenai kelebihan, manfaat, dan kekurangan cara melahirkan normal di atas, ada baiknya ibu perlu menyiapkan diri sebelum proses melahirkan terjadi.

Persiapan proses melahirkan :

  • Meyakinkan diri sendiri bahwa proses melahirkan akan berjalan dengan baik. Hal ini dibutuhkan agar kondisi mental ibu tidak drop ketika proses melahirkan berlangsung. Jangan berlarut-larut berada dalam ketakutan dan kecemasan ketika akan terjadi proses melahirkan. Hal ini akan membuat ibu menjadi tidak maksimal ketika proses melahirkan berlangsung.

  • Lakukan pijatan-pijatan yang dikhususkan bagi ibu hamil selama proses kehamilan atau pada trisemester terakhir untuk memperbesar kemungkinan melahirkan secara normal dan mempelancar proses melahirkan.

  • Melakukan latihan kegel yakni otot-otot pada area vagina sebelum melahirkan. Latihan ini berguna membantu melatih otot agar siap menjalani proses melahirkan, sekaligus mencegah wasir dan pembekuan darah serta terjadinya robekan.

  • Mengikuti kelas persiapan melahirkan. Agar lebih siap dan matang untuk menghadapi proses melahirkan nantinya, Anda tidak perlu malu untuk mengikuti kelas persiapan melahirkan agar Anda semakin mengerti apa saja yang perlu dipersiapkan menjelang proses melahirkan. Lakukanlah kelas persiapan melahirkan bersama orang yang benar-benar paham atau memang ahlinya. Jangan malu untuk bertanya atau melontarkan pertanyaan yang ada di benak Anda.

  • Latihan pernapasan yang baik agar tidak kehabisan napas saat proses melahirkan. Anda bisa berlatih pernapasan yang baik dan benar untuk proses kelahiran dengan berkonsultasi pada pakar.

  • Cukupi kebutuhan tidur menjelang proses melahirkan. Anda tidak akan pernah tahu berapa lama proses kontraksi berlangsung, oleh karena itu banyak dan seringlah tidur menjelang proses melahirkan untuk mengumpulkan stamina dan menghindari kelelahan selama proses melahirkan. Dan juga jangan terlalu banyak beraktivitas. Jika Anda ibu yang bekerja, ambillah cuti menjelang proses melahirkan.

  • Makan makanan bergizi untuk menambah stamina. Selain tidur, ibu juga perlu untuk makan makanan bergizi agar stamina penuh dan siap menjalani proses melahirkan.

Kini Anda sudah mengetahui banyak hal untuk mempersiapkan hadirnya buah hati Anda. Sekarang saatnya Anda mengetahui proses atau cara melahirkan normal.

Cara melahirkan normal

Tahap pertama

Tahap pertama merupakan tahap pembukaan di mana ditandai dengan lendir bercampur darah karena serviks mulai membuka dan mendatar. Pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar karnalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka merupakan penyebab keluarnya darah. Pada tahap ini terbagi atas 2 fase.

Fase pertama : Merupakan pembukaan serviks yang berlangsung lambat, sampai pembukaan 3 cm.

Fase kedua : TErbagi atas 3 sub fase yaitu akselerasi, steady, dan deselerasi.

Pada tahap pertama ini kontraksi rahim akan secara berkala mendorong bayi menuju jalan keluarnya atau jalan lahir. Tahap 1 dikatakan lengkap ketika pembukaan jalan lahir sesudah mencapai 10 cm, yang berarti bayi siap keluar dari rahim. Masa ini merupakan masa yang paling sulit ketika melahirkan karena kemungkinan ibu akan merasakan sakit yang hebat dan sering. Ibu akan merasakan datangnya rasa mulas yang sangat hebat dan merasa adanya tekanan yang sangat besar ke arah bawah seperti ingin buang air.

Tahap kedua

Pada tahap ke dua ini, yakni pada tahap pengeluaran bayi, rasa mulas yang dirasakan semakin hebat dan semakin sering pula. Kepala bayi akan turus turun hingga masuk pada ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otto-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Ibu merasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka.

Ada kemungkinan meskipun belum terjadi pembukaan yang sempurna, ada tekanan besar untuk melakukan dorongan. Tekanan yang besar untuk mendorong ini disebabkan oleh rahim yang merasa terus ingin mendorong tanpa bisa ibu menghentikannya. Lakukan hal yang diminta oleh bidan atau dokter seperti untuk mendorong secara perlahan atau sebaliknya.

Namun bisa juga terjadi, meskipun pembukaan sudah sempurna, ibu tidak merasa adanya tekanan yang besar untuk mendorong. Hal ini bisa terjadi karena bayi sedang melakukan gerakan di panggul dan mengubah posisi kepala untuk menemukan posisi keluar yang terbaik.

Beberapa dokter atau bidan akan memberikan anestesi epidural dengan disuntikkan pada daerah punggung untuk mengurangi rasa sakit pada daerah vagina, rahim, dan leher rahim. Apabila keinginan ibu untuk mendorong rendah atau hampir tidak ada, bidan atau dokter akan memandu ibu melakukan pendorongan.

Kemudian setelah itu Anda akan mengedan sehingga bayi perlahan-lahan keluar. Kepala bayi akan mulai terlihat dan ibu akan merasakannya. Vulva akan terbuka dan perineum akan meregang. Dengan mengedan yang dipandu oleh bidan atau dokter, maka bayi akan keluar mulai dari kepala hingga kaki.

Ketika mengedan, ada kemungkinan, bidan atau dokter memperkirakan dibutuhkan untuk melakukan pengguntingan di daerah perineum agar perineum tidak mengalami perobekan paksa akibat tekanan bayi.

Tahap ketiga

Setelah bayi berhasil keluar dengan selamat, plasenta bayi akan keluar dengan sendirinya. Pada tahap ini, ibu masih merasakan keinginan mendorong tapi tidak terlalu besar. Selama proses pengeluaran plasenta, ibu juga akan mengeluarkan darah kira-kira 100 – 200 cc. Setelah dirasa plasenta sesudah terlepas dari dinding rahim, maka bidan atau dokter atau perawat akan membersihkan segalanya termasuk ketika ibu perlu tindakan episiotomi.

Tahap keempat

Tahap terakhir dalam proses melahirkan secara normal adalah pengawasan. Hal ini dilakukan untuk melihat dan mengawasi apakah terjadi pendarahan pada ibu atau tidak. Bahkan setelah mengeluarkan plasenta pun ibu masih mengeluarkan darah dari vagina namun tidak banyak. Darah ini berasal dari dari pembuluh darah yang ada di dinding rahim tempat terlepasnya plasenta, dan setelah beberapa hari ibu akan mengeluarkan cairan sedikit darah yang disebut lokia yang berasal dari sisa-sisa jaringan.

Namun pada beberapa kasus, darah yang keluar bisa dalam jumlah banyak karena lemahnya kontraksi atau otot-otot rahim tidak berkontraksi. Oleh karena itulah perlu dilakukan pengawasan kurang lebih 2 jam setelah ibu melahirkan.

Ibu, itulah proses dan cara melahirkan normal. Ada baiknya sebelum ibu melahirkan atau mendekati proses melahirkan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai proses melahirkan yang bagaimana yang diperlukan. Tidak usah memaksakan diri untuk melahirkan normal jika memang ibu diharuskan caesar. Yang penting adalah bayi dapat keluar dengan selamat serta ibu tetap dalam sehat dan selamat. Semoga bermanfaat. [mg2]

Sumber:

http://www.merdeka.com/sehat/matcont-cara-melahirkan-normal-yang-benar-beserta-tips-dan-persiapan-menjelang-melahirkan-kln.html

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply